32. Memahami macam-macam alam gaib yang berhubungan dengan Hari Akhir ('alam barzah, yaumul ba'ts, yaumul hisaab, yaumul miizaan, yaumul jazaa,) Artinya: dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan iman kepada Hari Akhir! 2. Sebutkan tanda-tanda kiamat seperti yang dijelaskan dalam hadis 2 Muhkam adalah ayat yang mengandung satu wajah, sedangkan mutasyabih mengandung banyak wajah. 3. Muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui secara lagsung, tanpa memerlukan keterangan lain, sedang mutasyabiih tidak demikian; ia memerlukan penjelasan dengan merujuk pada ayat-ayat lain. Manusiaadalah Zoon Politicon, yaitu makhluk yang pandai bekerjasama. Manusia adalah Homo Economicus, artinya manusia yang tunduk pada prinsip ekonomi. Manusia adalah Homo Religius, artinya manusia adalah makhluk yang beragama. Ilmu yang mempelajari tentang hakekat manusia adalah Antropolgi Filsafat. BacaJuga: Macam Macam Tanda Waqaf dalam Alquran yang Harus Kamu Pahami . Al Huda mempunyai arti sebagai petunjuk. Hal tersebut selaras dengan yang telah diungkapkan Allah SWT pada firman-Nya dalam surat Al-Jin ayat 13: "Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk, kami beriman kepadanya (quran). UrgensiIman Kepada Hal Ghaib. Urgensi dari iman kepada hal ghaib adalah bahwa iman kepada yang ghaib itu merupakan karakteristik manusia yang membedakannya dari makhluk lain di alam waujud ini. Hal itu karena hewan-hewan juga bisa mengetahui hal-hal yang bisa diindera sebagaimana manusia. Menyakinikebenaran akan adanya hari akhir 2.1.1. Mempraktikkan perilaku mawas diri dan tangung jawab sebagai implementasi beriman kepada hari akhir 3.1.1. Menjelaskan pengertian beriman kepada hari akhir 3.1.2. Menunjukkan dalil beriman kepada hari akhir 3.2.3. Menganalisis macam-macam alam gaib yang berhubungan dengan hari akhir 3.2.4. AttributionNon-Commercial (BY-NC) Format Tersedia. Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online dari Scribd. Tandai sebagai konten tidak pantas. Unduh sekarang. Simpan Simpan Sebutkan Dan Jelaskan Asas Dan Filosofi Pendidikan Untuk Nanti. 0 penilaian. 0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara) Mitosadalah suatu cerita tradisional mengenai peristiwa gaib dan kehidupan dewa-dewa. Istilah mitos (mythos) berasal dari bahasa Latin yang artinya adalah "perkataan" atau "cerita". Orang pertama yang memperkenalkan istilah mitos adalah Plato. Plato memakai istilah "muthologia", yang artinya menceritakan cerita. ï»żDalampengertian awam, air mengacu pada bentuk cair meski secara substansial bentuk air ada banyak macam mulai dari padat, es, gas dan uap. Artinya, alam adalah sesuatu yang tak akan pernah bisa dimengerti oleh manusia secara utuh. Demikian artikel tentang pengertian Alam, Bagian, Contoh dan hubungannya dengan manusia. Terimakasihatas perhatiannya. Setelah Mendengar dan menyimak Video Pembelajaran ini, jika ada yang ingin ditanyakan dipersilahkan (bisa melalui Comentar d HTH6iC. Deskripsi Beda orang beriman dan orang atheis salah satunya adalah beriman kepada alam gaib. Ghaib artinya tidak tampak, alam ghaib adalah alam yang tidak tampak. Orang atheis hanya percaya kepada sesuatu yang tampak dan masuk akal. Orang mukmin percaya kepada yang gaib atau tidak tampak serta tidak masuk akal karena akal manusia yang terbatas tidak dapat menjangkaunya. Alhamdulillah Allah dengan rahmatNya melalui NabiNya memberi kabar tentang alam tidak macam alam ghaib, Alam gaib itu sudah... Karya ini GRATIS! Tapi kamu boleh kok kasih tip biar kreator hepi đŸ„° Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai syarat dan persetujuan? Laporkan Istilah ghaib atau alam ghaib yang sering disebut dan diungkapkan dalam al-Qur’an, biasanya digunakan untuk dua bentuk keghaiban, yaitu 1. Ghaib Mutlak. Yaitu keghaiban yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali Alloh , seperti yang disebutkan dalam firman-Nya “Sesungguhnya Alloh, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui lagi Maha mengenal.” QS. Luqman [31] 34 “Dan pada sisi Alloh-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata Lauh Mahfuzh.” QS. al-An’am [6] 59 Ghaib mutlak jenis ini juga tidak dapat diketahui oleh malaikat atau para nabi sekalipun, sebagaimana hadits Jibril ketika ia bertanya kepada Rosululloh tentang hal ghaib tersebut “Beritakan kepadaku tentang hari kiamat!”, maka Rosululloh menjawab, “Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui daripada yang bertanya?” Bahkan golongan jin yang sering diklaim “orang pintar” sebagai golongan yang mengetahui alam ghaib, juga tidak mengetahui hal ghaib tersebut. Alloh berfirman tentang pasukan jin yang berada di bawah pengawasan Nabi Sulaiaman “Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.” QS. Saba’ [34] 14 Maka keghaiban mutlak ini termasuk kekhususan yang hanya dimiliki Alloh . Tidak ada seorang makhluk pun yang dapat mengetahuinya. Alloh berfirman “Dan kepunyaan Alloh-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kalian kerjakan.” QS. Hud [11] 123 “Katakanlah Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah’, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” QS. an-Naml [27] 65 BACA JUGA Tingkatan Manusia Terhadap Iman Kepada yang Ghaib 2. Ghaib Nisbi relatif atau Muqayyad terikat. Yaitu keghaiban yang tidak diketahui oleh sebagian orang, tetapi dapat diketahui oleh sebagian lainnya. Dalam hukum, ghaib muqayyad ini bisa dikategorikan sebagai sesuatu yang majhul tidak diketahui, atau yang tidak langsung bisa dicerna oleh panca indra manusia, tapi masih dimungkinkan untuk meneliti atau mengungkapnya, dengan menggunakan sarana-sarana tertentu. Namun pada intinya ghaib seperti ini bukanlah ghaib yang menjadi kekhususan Alloh . Misalnya ada orang yang mencuri sesuatu, maka pencuri tersebut menurut Anda ghaib, karena Anda tidak mengetahui kejadiannya, dan tidak mengetahui pula siapa pelakunya. Akan tetapi hal tersebut bukan sesuatu yang ghaib bagi pelaku pencurian itu sendiri, atau bagi siapa saja yang membantunya dalam melakukan pencurian, atau bagi orang yang menyaksikan kejadian tersebut saksi. Termasuk pula dalam hal ini adalah perkara-perkara ghaib yang diberitahukan Alloh kepada sebagian dari makhluk-Nya, seperti kepada para nabi dan rosul untuk suatu hikmah dan kemashlahatan tertentu. Alloh berfirman “Dia adalah Tuhan yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada Rosul yang diridhai-Nya. Maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga malaikat di muka dan di belakangnya.” QS. al-Jin [72] 26-27 Namun orang yang diberitahu Alloh sebagian dari perkara yang ghaib bukan berarti ia mengetahui semua ilmu ghaib, tidak demikian maksudnya! Tetapi ia hanya mengetahui “bagian tertentu” dari ilmu ghaib yang diberitahukan Alloh kepadanya, karena sebuah hikmah atau maksud tertentu, misalnya sebagai mukjizat untuk menunjukkan bukti kenabiannya. Oleh karena itu, bila ada orang yang mengklaim diri mengetahui ilmu ghaib, padahal ia bukan sebagai rosul, maka ia adalah seorang pendusta dajjal dan kafir. Sayangnya, kenyataan inilah yang sekarang marak terjadi dan banyak dipercaya oleh sebagian kaum Muslimin. Na’ƫdzu billāhi min dzālik! Ilustrasi ghaib. Foto PixabayDaftar isiMakhluk Ghaib dalam Islam1. Malaikat2. Jin3. Setan dan IblisSecara bahasa, gaib atau ghaib artinya tidak tampak, tersembunyi, tidak nyata. Sedangkan secara istilah, ghaib memiliki arti sesuatu yang tidak dapat ditangkap dan dijangkau oleh Islam, istilah ghaib mencakup banyak hal, mulai dari rezeki, jodoh, kematian, surga, neraka, hingga hari kiamat. Beriman kepada yang ghaib merupakan salah satu ciri umat Muslim yang bertakwa.“Kitab Al-Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,” QS. Al-Baqarah 2-3Istilah ghaib juga merujuk pada makhluk ghaib ciptaan Allah SWT, yakni malaikat, jin, setan, dan iblis. Meski memiliki tugas yang berbeda-beda di dunia, keempat makhluk ghaib tersebut wajib diimani keberadaannya oleh umat Muslim. Agar lebih memahami setiap makhluk ghaib ciptaan Allah, simak penjelasannya berikut Ghaib dalam IslamIlustrasi malaikat, salah satu makhluk gaib ciptaan Allah. Foto Pixabay1. MalaikatMalaikat berasal dari bahasa Arab, yaitu malaikah yang merupakan kata jamak dari malakun risalah atau utusan. Secara istilah, malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari nur cahaya dan bersifat buku Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas X oleh Bachrul Ilmy, malaikat adalah makhluk yang selalu taat dan patuh terhadap semua perintah Allah SWT. Setiap malaikat melakukan tugasnya tanpa pernah sekali pun mendurhakai Allah sifatnya yang ghaib, malaikat tidak dapat dilihat, didengar atau bahkan disentuh. Tidak ada yang mengetahui keadaan mereka yang sesungguhnya kecuali Allah SWT. Namun, lewat Al-Quran, Allah telah memberikan petunjuk-Nya mengenai seperti apa gambaran malaikat.“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan untuk mengurus berbagai macam urusan yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Al-Fatir 12. JinDalam bahasa Arab, jin artinya menutup atau merahasiakan. Jin adalah makhluk ghaib yang diciptakan dari api dan memiliki akal pikiran seperti manusia. Mereka makan, minum, hidup berkelompok, bahkan memiliki jin. Foto PixabayDisebutkan dalam buku Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah oleh Akhmad Fauzi, jin dibedakan menjadi dua, yaitu jin kafir dan jin Muslim. Jin kafir adalah jin yang membangkang terhadap perintah Allah dan tidak percaya akan jin Muslim adalah jin yang mengakui ke-Esaan Allah. Jin Muslim percaya bahwa Al-Quran adalah pedoman umat manusia yang dapat memberikan petunjuk ke jalan yang benar. Allah SWT berfirman“Katakanlah hai Muhammad “Telah diwahyukan kepadaku bahwasannya sekumpulan jin telah mendengarkan al-Qur'an, lalu mereka berkata Sesungguhnya kami telah mendengarkan al-Qur'an yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Rabb kami, dan bahwasannya Maha Tinggi kebesaran Rabb kami, Dia tidak beristeri dan tidak pula beranak.” QS. Al Jinn 1-33. Setan dan IblisSetan dan iblis merupakan golongan jin yang tak hanya membangkang dan mengingkari perintah Allah, tetapi juga mengajak manusia melakukan kemaksiatan seperti apa yang mereka hari kiamat kelak, setan dan iblis akan terus menggoda dan menjerumuskan manusia agar menyeleweng dari petunjuk Allah SWT. Allah berfirman“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.” QS. An-Nuur 21Apa itu ghaib menurut Islam?Malaikat adalah makhluk gaib, apa artinya?Apa saja makhluk yang sifatnya gaib?